Mata Air

Sepenggal Cerita dari Dalam Bus Kota

 
Picture of muslim fikri
Sepenggal Cerita dari Dalam Bus Kota
by muslim fikri - Tuesday, 12 June 2007, 1:54 PM
 

Jumat, 8 Juni tepatnya Ba'dha Shalat Jumat, kami melakukan perjalanan mudik yaitu sebuah rutinitas yang kami lakukan dalam rangka melihat kampung halaman atau sekedar meminta uang saku sebagai penyambung hidup dikota yang katanya berhati nyaman. bahkan ada sebagian teman yang melakukan mudik dengan alasan untuk mengindar dari segala aktifitas pemaksaan dikampus seperti pemberian tugas dari dosen yang kadang memberikannya dengan sistem PATTAS, namun ketika dimintai hasil tugas kita cenderung menggunakan sistem Ekonomi atau bahkan lebih lambat lagi.

Kembali ke topik di atas, ada sesuatu yang menarik ketika kami melakukan perjalanan di dalam angkutan berbahan bakar solar tersebut. bahwa selang beberapa lama setelah kami naik dan mencari-cari tempat duduk yang sekiranya kosong, sambil melafadzkan basmallah sembari berdoa kepada Yang Maha Menguasai Segala-galanya. kami dikagetkan oleh dua orang yang tiba-tiba naik kedalam bus dengan sandangan apa adanya dengan senjata lengkap berupa Gitar, kendang, juga alat musik yang lain.

kehadiran mereka memaksa mata kami tidak jadi terpejam. karena harus mendengarkan kontes audisi ilegal yang mereka bawakan. Ada yang menarik dengan keberadaan mereka ketika kita kaitkan dengan budaya apatis dan hedonis yang semakin menjamur di fakultas kita, yaitu ketika para pengamen itu akan meyumbangkan lagu mereka pasti membukanya dengan salam, ucapan bahkan pernyataan seolah-olah mereka sedang presentasi. Yang menjadi pemikiran kami adalah mereka bukan seorang mahasiswa, yang katanya setiap hari melakukan diskusi bahkan setiap pekan dikasih tugas dan kesempatan untuk presentasi, mereka hanyalah makhluk Tuhan yang hanya mengeyam Ilmu dan pengalaman dari universitas yang namanya Universitas Kehidupan yang didalamnya tidak ada Fakultas, program Studi, rektor, dekan juga tidak ada tugas presentasi.

 jika dikaitkan dengan mahasiswa di Fakultas kita, maka ada sesuatu yang membuat kami bertanya-tanya? kenapa mahasiswa kita yang senantiasa mengenyam berbagai hal di dalam kampus masih kalah dengan para pengamen yang mungkin tidak pernah kenal dunia kampus. dalam hal ini proses menyampaikan pendapat. inilah salah satu kegelisahan kita bersama yang harus segera diselesaikan oleh berbagai elemen yang ada di Fakultas, jangan sampai mahasiswa fakuktas ekonomi tidak jelas arahnya dan tidak siap ketika harus menerima tongkat estafet dari para senior kita dalam rangka meneruskan perjuangan mereka untuk menjadi nahkoda bangsa Indonesia

Pertanyaan terakhir apakah bisa kita menemukan makna kita sebagai seorang mahasiswa, jika dalam keseharian kita hanya diisi dengan sesuatu hal atau aktifitas yang tanpa kita sadari sebenarnya itu menjauh dari makna ideal seorang mahasiswa. 

KESUKSESAN ITU ADALAH PILIHAN, DAN SETIAP PILIHAN ITU PASTI MENIMBULKAN KONSEKUENSI, JADI KETIKA KITA BERANI MENGHADAPI DAN MENERJANG SETIAP KONSEKUENSI YANG KITA TERIMA SEBAGAI IMPLIKASI DARI KEPUTUSAN YANG KITA AMABIL, MAKA BERSIAPLAH TINGGAL SATU ATAP DENGAN APA YANG DISEBUT KESUKSESAN.    

Picture of Isthofaina Astuti SE., M.Si.
Re: Sepenggal Cerita dari Dalam Bus Kota
by Isthofaina Astuti SE., M.Si. - Wednesday, 20 June 2007, 4:47 PM
 

Allah sangat sayang pada kita. Allah menyediakan banyak hal dimana kita bisa belajar dan memahami sesuatu. Allah selalu menyediakan berbagai jawaban ketika kita dihadapkan berbagai problema kehidupan.....Mahasiswa, sopir bis, kernet, kondektur, pengamen.....bukanlah apa-apa jika mereka masih merasa "Allah tidak sayang pada kita"....

Nggak nyambung ya...nggak pa pa dech..hasrat hati pengin begini