Mata Air

Ikutan posting puisi

 
Picture of .: VirKill :.
Ikutan posting puisi
by .: VirKill :. - Monday, 23 April 2007, 12:25 AM
 

Trilogi Pertama

I.

Dengan perlahan, kau tikam aku dengan sebilah senyum

Begitu perih, begitu mengendap,

dan luka tak terdefinisi sempurna

Bukan persoalan arah bila kini aku tersesat dalam langkah

Karena debu-darah berkonspirasi, lukiskan fatamorgana

 

II.

Dan itulah dirimu ketika bercermin air mataku

Jalanan menjalin labirin menuju cinta

Namun luka begitu memar dan melangkah pun tak kuasa

Hingga hilang hasrat tuntaskan carut marut itu

 

III.

Kan kuhentikan setiap pintaku yang menghamba

Kau tau, memugar hati memang tak sekedar memugar rasa

(Suatu saat nanti, yakinlah, akan kujelang nista itu

hingga kupanggut dirimu dalam rengkuhku)

 

(Escapist: 01:04)

Picture of AdMin ELcOm FE
Re: Ikutan posting puisi
by AdMin ELcOm FE - Tuesday, 24 April 2007, 4:26 AM
 
hi hi hi...
Picture of sri yuli setianingrum
Re: Ikutan posting puisi
by sri yuli setianingrum - Tuesday, 24 April 2007, 5:10 PM
 

puisi yang indah

smua usaha yang diraih akan tercapai dengan sempurna apabila dilakukan dengan usaha semaksimal mungkin. semangat untuk mendapatkan sesuatu seperti puisi tersebut sangatlah berkesan dan tanpa menyerah.

teruskan usahamu, tetap pantang menyerah!!!

SEMANGAT  bijaksana 

Picture of .: VirKill :.
Re: Ikutan posting puisi
by .: VirKill :. - Tuesday, 24 April 2007, 7:55 PM
 

Thanks for that honest compliement...

Puisi diatas adalah ungkapan tekat seorang pria yang jatuh bangun mengejar wanita yang ia cintai. Temanya emang picisan...

Bwat shellyn: ngapain ktawa lu? 

Picture of AdMin ELcOm FE
Re: Ikutan posting puisi
by AdMin ELcOm FE - Thursday, 26 April 2007, 6:51 AM
 

Kenapa judulnya tilogi pertama? Apa ntar bakal ada trilogi kedua? Atau cuma bwat menuhin fungsi etestika doang?

Tapi ngomong2...emang keren kok... 

Picture of .: VirKill :.
Re: Ikutan posting puisi
by .: VirKill :. - Sunday, 6 May 2007, 6:03 PM
 

Sebenernya fungsi kata 'trilogi' bisa diganti dengan tragedi. Esensinya sama. Masalah estetika, emang itu salah satu amunisinya kan?