Mata Air

Katakan pada Zionis Itu

 
Picture of muhammad rifandi
Katakan pada Zionis Itu
by muhammad rifandi - Saturday, 31 January 2009, 10:35 AM
 
Awalnya sebuah harapan. Kalimat demi kalimat dalam pidato usai pelantikan, memperlihatkan dia seorang yang tahu benar penderitaan, merasakan pahitnya perbedaan warna kulit, dan kebencian. Barack Obama yakin, pada suatu hari nanti semua rasa kebencian akan hilang, semua garis-garis pembatas antarsuku bangsa akan luluh, dunia ini akan menjadi semakin kecil. Dan, Amerika Serikat akan memainkan perannya dalam menyongsong era perdamaian yang baru.

Obama percaya pada nilai-nilai--kerja keras dan kejujuran, ketabahan dan berlaku secara adil, toleransi dan rasa ingin tahu, serta kesetiaan dan patriotisme. Nilai-nilai yang menurutnya telah lama ada dan telah menjadi kekuatan, kemajuan sepanjang sejarah itu harus dikembalikan.

Dan, Obama mengatakan: ''Bagi semua orang dan pemerintahan yang menyaksikan pelantikan hari ini, mulai dari kota-kota yang termegah sampai ke desa kecil di mana ayah saya dilahirkan, ketahuilah bahwa Amerika adalah sahabat setia negara dan sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat, dan kita siap untuk memimpin lagi.''

Sampai di sini, Obama meyakinkan dunia--termasuk dunia Muslim--yang memang berharap dia mengoreksi total kebijakan George W Bush. Namun, dunia Muslim tentu jangan berharap banyak politik luar negeri AS akan berubah. November lalu, di hadapan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), lobi Yahudi yang sangat kuat, Obama secara terbuka menyatakan dukungan kuat kepada Israel. Bahkan, dia menyebut keamanan Israel merupakan suatu yang sakral dan tidak dapat dibantah.

Pekan lalu ketika mengomentari Gaza, Presiden Obama tidak menyalahkan Israel yang menewaskan 1.330 warga Palestina--termasuk anak-anak dan perempuan--dan menghancurkan lebih dari 20 masjid serta sekolah di Gaza. Dia justru menyalahkan Hamas yang meluncurkan roket ke wilayah Israel. Dia menyebut, roket Hamas diarahkan kepada warga Israel yang tidak berdosa.

Hati Obama tidak tergetar ketika pesawat-pesawat pengebom Israel menghancurkan Gaza, dijatuhkan untuk membasmi anak-anak Palestina yang tidak berdosa. Obama tidak merasakan denyut penderitaan anak-anak Gaza yang berdarah, kehilangan kaki dan mata, kehilangan ibu yang memberikan mereka susu.

Obama mungkin lupa atas pidatonya bahwa AS adalah sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat.

Dan, dua hari lalu melalui wawancara dengan jaringan televisi Al-Arabiya, Obama mengatakan bahwa AS bukanlah musuh dunia Muslim. ''Tugas saya kepada negara-negara Muslim adalah mengomunikasikan bahwa AS bukan musuh Anda--kita kerap membuat kesalahan--kita tidak selalu benar," katanya. "AS tidak dilahirkan sebagai suatu kekuatan kolonial. Penghormatan dan kemitraan yang sama. AS menjalin hubungan baik dengan dunia Islam setidaknya 20 atau 30 tahun lalu, karena itu tidak ada alasan mengapa kita tidak dapat melakukannya kembali."

Tentu, kita berupaya sekuat tenaga untuk percaya pada pernyataan Obama tersebut, tapi selalu sekali berakhir dengan kekecewaan. Karena itu, dan ini yang kami katakan: Persoalan utama hubungan AS dan dunia Islam berpangkal pada Israel yang merampas tanah Palestina.

Presiden Obama, pidato Anda cukup memberikan harapan, termasuk ketika mengatakan, ''Bahwa AS tidak akan goyah. Mereka yang hendak mendorong tujuan dengan teror dan membantai orang-orang tak bersalah, kami katakan, semangat kita lebih kuat dan tidak terpatahkan, kalian tidak akan unggul dari kami, dan kalian akan kami kalahkan.''

Presiden Obama, katakan itu kepada Israel, yang telah membantai orang-orang tidak bersalah, membantai anak-anak dan ibu-ibu yang tidak berdaya. Katakan kepada mereka, Zionis itu, semangat dunia yang beradab, dunia yang bermartabat, dunia yang mencintai anak-anak dan kaum ibu, tidak akan terpatahkan...!!!
Dunia Islam sedang menunggu untuk memercayai Anda.