llmiah

tHe Other January Effect

 
Picture of Nu nu
tHe Other January Effect
by Nu nu - Wednesday, 3 January 2007, 2:57 PM
 

The Other

January Effect

Penulis: Cooper, J McConnell, dan A Ovtchinnikov

Jurnal: Journal of Financial Economics 2006

Meningkatnya imbal hasil (return) di bursa saham pada awal tahun telah menjadi fenomena yang terjadi berulangkali setiap tahunnya hampir di seluruh bursa di berbagai negara. Demikian pula di Bursa EfekJakarta. Setiap awal Januari, investor boleh berharap akan mendapat rezeki lebih. Harga saham akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Fenomena melonjaknya harga saham-saham di bursa pada pekan pertama bulan Januari dikenal di kalangan akademis dengan istilah january effect. January effect ini termasuk anomali pada pasar modal. Anomali ini muncul jika kita melihatnya dari sudut teori ekonomi keuangan di mana para pakar selalu mendengung-dengungkan adanya asumsi perfect efficient mar­ket. Bagi para pakar, tegaknya asumsi ini penting sekali demi tegaknya asumsi-asumsi lain yang secara berkelindan membentuk-teori-teori keuangan yang ada sekarang. Runtuhnya asumsi bahwa pasar modal bersifat efisien dapat membahayakan

eksistensi teori keuangan secara lebih luas.

Pasar modal yang efisien adalah pasar modal yang berisi sekuritas yang nilai pasarnya selalu menyesuaikan secara cepat dan langsung apabila terjadi perubahan nilai intrinsik dari asset yang menjadi dasar dikeluarkannya sekuritas tersebut. Jadi apabila saham suatu perusahaan tidak berubah harga pasarnya padahal perusahaan terse but mengalami suatu kondisi yang mempengaruhi bisnisnya dan informasi tentang hal itu telah tersebar kepada publik, berarti pasar modal itu tidak lah efisien. Pasar modal yang efisien diasumsikan berisi investor yang selalu berusaha mengejar keuntungan sebesar-besarnya, tidak mau melewatkan kesempatan sekecil apa pun untuk memperoleh laba, serta cukup pintar dalam mengolah dan mengakses data perusahaan sehingga apabila ada informasi yang dapat dipergunakannya untuk memperoleh untung maka segera akan direalisasikan.lnformasi yang langsung berkaitan dengan kondisi perusahaan adalah informasi penting yang menjadi acuan utama dalam strategi investasinya. Informasi lain seperti adanya pola berulang dari harga saham dapat pula digunakannya untuk meraup untung sebesar-besarnya. Akibat adanya investor seperti di atas tercermin pada pola pergerakan

harga saham yang tak beraturan (random walk). Random walk menjadi ciri pasar modal efisien.  Asumsi di atas

amat kuat. Secara umum, investor biasanya melakukan teknikal analisis dalam memutuskan investasi saham. Charting, melihat pola berulang harga saham, dikaitkan dengan faktor-faktor lain yang kadang tidak masuk akal seperti pemilu presiden di Amerika, partai apa yang menang pemilu (demokrat atau republik), sampai pertandingan bisbol dan mode pakaian wan ita. Jadi hampir mirip dengan togel di Indonesia juga. Intinya: investor habis-habisan mencoba memetik untung dari mengamati pergerakan harga. Begitu mereka temukan suatu pola yang muncul berulang, mereka segera memasang strategi yang jitu apabila pola terse but akan berulang lagi. Apabila semua investor melakukan hal yang sama, dapat diperkirakan pola tersebut akan sirna dengan sendirinya. Ini lah yang menjadi fenomena juga di Amerika: banyak chartist yang sukses besar pada awalnya kemudian hancur berantakan.

Namun, january effect ini berbeda. Pola melonjaknya harga saham pada bulan january terus terjadi setiap tahun. Padahal semua orang sudah mengetahui dan sudah mengambil ancang­ancang untuk mengambil laba yang sebesar-besamya. Ini lah yang menjadi misteri sampai saat ini. Kenapa january effect tidak lenyap bersamaan dengan informasi yang tersebar secara merata bahwa ia akan muncul kembali setiap tahun. Anomali lain seperti , weekend effect dan weekday effect terbukti makin mengecil sampai menjadi kurang signifikan untuk tahun 2002 (Schwert, 2003).

Ada beberapa dugaan penyebab january effect ini. Misalnya adanya keinginan untuk menghindar pajak pada akhir tahun sehingga merealisasikan loss untuk segera melakukan pembelian besar-besaran pada awal tahun. Terjadi pada perusahaan-perusahaan kecil yang kurang mendapat perhatian investorkebanyakan, yang baru menyadari pada akhirtahun dan segera melakukan pembelian besar-besaran pada awal tahun.

Jurnal ketiga orang ini, mencoba menguak sisi lain dari january effect dan mencoba mencari penyebabnya. Untuk topik klasik seperti ini, jelas banyak sekali temuan yang bisa kita dapatkan dari jurnal ini karena sampai jurnal bergengsi seperti journal of financial economics memuatnya pada edisi terbarunya di akhir 2006 ini (Buddi Wibowo)