Mata Air

RENUNGAN SEORANG HAMBA

 
Picture of muslim fikri
RENUNGAN SEORANG HAMBA
by muslim fikri - Thursday, 4 October 2007, 1:09 PM
 

RENUNGAN SEORANG HAMBA

 

Ada sebuah kisah menarik, yang saya ambil dari perjalanan seorang sahabat sebut saja si Alif, si Alif ini sangat menghargai makna sebuah kehidupan.  Suatu hari, sesaat setelah melaksanakan shalat Ashar, Alif terbaring sebentar memandangi sekeliling kamar kos yang hanya berkuran 2,5 x 2,5 m. Kecil memang namun, sudah sangat cukup sebagai tempat untuk bernaung dari setiap kelelahan dan selalu setia menemani berbagai aktifitas yang hampir satu tahun dia lalui, mulai dari aktifitas rutin seperti tidur, makan, atau sekedar ketika teman-teman menyempatkan diri bersilaturahmi. Juga menjadi lokasi yang tak akan terlupakan ketika di saat sepertiga malam si Alif dibangunkan Allah untuk sekedar berduaan dengan-Nya yang tak jarang disela-sela doa diiringi tetes demi tetes air mata yang mengiringi setiap penyesalan ketika dalam alur doa nya Alif teringat akan setiap dosa-dosa yang tak pernah berhenti ia diperbuat. Seolah-olah tak mau ketinggalan sebuah hamparan sajadah, peci, juga sarung kotak-kotak yang dulu dikasih oleh sang Ibu tercinta ketika hendak pamit untuk menjadi lebih baik dikota yang katanya berhati nyaman ini, selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan. Kamar ini terus menjadi teman bisu yang menemani Alif menikmati Sahur ketika ingin menjalankan puasa sunnah yang kata teman-teman sering disebut puasa senin kamis, juga sebagai tempat untuk mencerdaskan pikiran ini dengan membaca buku-buku yang alhamdulillah bisa dibeli juga dengan berjualan buku.

   Ashar saat itu, akan menjadi saat-saat terakhir dikamar berukuran 2,5 x 2,5 m, karena memang tidak lama lagi diri ini akan segera pindah kos akibat dari pertimbangan-pertimbangan yang akhirnya menjadi sebuah keputusan (semoga Allah meridloi keputusannya). Padahal Alif merasa baru berucap basmallah kemarin sore ketika hendak memasuki ruangan ini pertama kali. Tanpa terasa sudah hampir satu tahun yang akhirnya mau tidak mau beberapa hari lagi ia akan mengucapkan hamdallah dan sujud syukur karena harus meninggalkan tempat ini. Selain itu mau tidak mau ia akan meninggalkan teman-teman kos yang sudah seperti keluarga sendiri, yang selalu membangunkan diri nya ketika Adzan Subuh berkumandang dimenara masjid, selalu mengajak shalat maghrib secara berjamaah, bahkan tak jarang mereka selalu berangkat berbondong-bondong untuk sekedar meraih pahala 27 kali lipat yang dijanjikan Allah, juga mengajak makan-makan bareng ketika ada yang syukuran hari lahir  atau ketika baru mudik, kadang ketika salah satu teman ada yang kelebihan makanan teman yang lain juga akan kebagian rizki ini.

Selain itu Alif juga akan meninggalkan induk semang yang masih sangat kuat dalam ingatan ketika diawal bulan selalu setia mengetuk pintu kamar setiap penghuni kos diawali dengan ucapan Assalamualaikum untuk mengingatkan tentang iuran bulanan. Tanpa disadari Disela-sela angan-angan dan ingatan tersebut, tiba-tiba tanpa diperintah kedua sisi mata ini pun sedikit demi sedikit meneteskan air mata, tanpa disengaja pula pikirannya membayangkan bahwa bagaimana jika suatu saat, entah itu tahun depan, bulan depan, pekan depan, atau bahkan hari ini, dia akan meninggalkan dunia fana ini, untuk melanjutkan perjalanan di alam yang lain. Mungkin kalau kita hanya pindah tempat atau pindah kos kita sewaktu-waktu bisa bersilaturahmi dengan yang lain, tapi bagaimana jika yang kita tinggalkan adalah dunia ini, saat itulah kita tidak akan bisa lagi bertemu dengan orang-orang yang sangat kita cintai, kita akan kehilangan nasihat-nasihat Ibu, kita tidak bisa lagi mencium tangan Ibu, tidak bisa lagi melihat Ayah yang sangat bersemangat dan ikhlas dalam mencari nafkah, tidak bisa lagi melihat adik tumbuh besar yang mungkin kelak akan menjadi pejuang Allah, juga sebuah kemustahilan melihat kakak yang mungkin sedang membangun keluarga sakinah, kehilangan sahabat, juga tidak bisa lagi bersama-sama dengan teman yang lain.

senyum Karena kata Opick Bila waktu tlah memanggil teman sejati adalah amal, Bila waktu tlah terhenti teman sejati adalah sepi senyum

Picture of Elyn Cha
Re: RENUNGAN SEORANG HAMBA
by Elyn Cha - Friday, 5 October 2007, 4:51 AM
 
Namanya mirip seseorang... tp nasibnya ga mirip. Ada yg merasa kesindir? piss
Picture of Yetti Wulandari
Re: RENUNGAN SEORANG HAMBA
by Yetti Wulandari - Monday, 5 November 2007, 12:11 PM
 

MiriP CoWOk mu YaCH??????????

Sopo Toooo??????

EmanG duRunG PutuS Lin??????

Hwaaahaaaaa.....yG nGraSa....PasTi MaraH2.....seringai besar

Picture of .: VirKill :.
Re: RENUNGAN SEORANG HAMBA
by .: VirKill :. - Tuesday, 6 November 2007, 3:47 PM
 
Asemik....aku bersin2 dari kmrn.. ternyata ada yg ngomongin.... ^-.